Jakarta – Pertarungan di MotoGP 2010 diperkirakan masih berputar di antara Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Casey Stoner. Davide Brivio, manajer Rossi, menilai tekanan terbesar di pundak Lorenzo.

Dibanding Rossi atau Stoner ketika masih sama-sama rookie, prestasi Lorenzo jelas tertinggal. Rossi dan Stoner sudah sukses menjadi juara tidak lama setelah menjadi pemula.

Di musim perdananya, tahun 2006, Stoner memang tampil kurang mengesankan. Walaupun hanya berhasil finis ke-8 di klasemen akhir, tapi keadaan berbalik setelah pembalap Australia itu bergabung dengan Ducati dan lantas menjadi juara dunia setahun berselang.

Prestasi yang lebih hebat dibukukan Rossi yang langsung juara di musim keduanya di kelas 500cc pada 2001. Apalagi, pembalap Italia ini berhasil mempertahankan gelarnya hingga musim 2005 setelah format balapan berubah menjadi MotoGP.

Sementara Lorenzo yang melakukan debut tahun 2008 sukses menduduki urutan ke-4 di akhir musim. Namun pada musim keduanya, pembalap 22 tahun tersebut belum bisa meraih gelar juara karena hanya finis sebagai runner-up.

“Dalam dua tahun pertamanya, dia tidak bisa menang seperti Casey dan Valentino. Tapi saya pikir 2010 akan menjadi tahun yang berbeda dan itu seperti start yang baru. Berbicara soal empat besar, tidak ada dari mereka yang kini menjadi rookie,” yakin Brivio yang dikutip Motorcyclenews.

Tahun ini adalah tahun penentuan Lorenzo. Ia harus berhasil mengalahkan Rossi dan Stoner serta jadi juara dunia.

“Mereka semua potensial untuk menjadi juara dunia dan sekarang mereka akan bertarung keras satu sama lain untuk jadi juara dunia. Siapapun yang finis menjadi runner up akan menjadi pencundang. Dan ini adalah kondisi yang Valentino rasakan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,” kata Brivio.

“Casey pernah berada di dalam situasi ini juga pada 2008 dan 2009 tapi sekarang Jorge-lah yang berada di situasi ini. Sekarang tidak ada lagi alasan lain, dia harus memenangi titel,” tandas dia.