SEPANG, Kompas.com – Rivalitas antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo sudah dimulai. Meskipun sama-sama pebalap Fiat Yamaha, tetapi kubu kedua pebalap ini yang terpisah oleh tembok saat di pit, takkan saling bertukar data lagi.

Demikian pernyataan manajer Rossi, Davide Brivio, dalam sesi tanya jawab saat Yamaha meluncurkan motor baru yang akan dipakai pebalap mereka pada musim 2010 ini, Kamis (4/2/10), di Sepang, Malaysia. Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk menjaga independensi Yamaha dalam membawa para pebalapnya meraih kemenangan.

“Pada 2010 ini, kami memiliki sedikit kesempatan (termasuk bertukar informasi antara Rossi dan Lorenzo), dibandingkan dengan 2009,” ungkap Brivio.

“Dengan pertimbangan fakta yang menunjukan bahwa dua pebalap ini rival utama dalam perebutan gelar juara dunia, kami telah memutuskan untuk menghormati kompetisi internal ini dan menghargai cara membalap mereka untuk memenangkan kompetisi. Karena itu, sepanjang akhir pekan ini dua tim akan lebih independen.

“Tidak banyak informasi yang bisa ditukar antara kedua tim. Saat kembali ke kantor, para mekanik bisa membandingkan data dan informasi. Tetapi di garasi, kedua tim bisa bekerja dengan lebih independen.”

Direktur tim Fiat Yamaha, Masahiko Nakajima, mempertegas ucapan Brivio. Dalam pernyataannya kepada Crash.net, dia membenarkan bahwa kedua tim memiliki data sendiri-sendiri, yang tidak bisa di-sharing. Hanya para mekanik Yamaha yang bisa mendapatkan data-data itu.

“Ya,” jawab Nakajima. “Karena itu, setiap tim (Rossi dan Lorenzo) memiliki data masing-masing. Mereka tidak bisa melihat data tim lain. Hanya para mekanik Yamaha yang bisa melihat semua data dan kemudian memberikan masukan kepada kedua pebalap.”

Kondisi ini juga disadari oleh Rossi dan Lorenzo, yang memang sudah bersaing sejak dua musim lalu. Tetapi Rossi, yang dua musim terakhir merajai MotoGP ini paling antusias menanggapi hal tersebut.

“Saya pikir, Lorenzo–sudah menghadapinya pada 2008 dan terutama tahun lalu–sudah menunjukkan kecepatan yang hebat dan juga sikap yang bagus untuk pengesetan motor,” jawab Rossi, yang sudah tujuh kali menjadi juara kelas premier. “Sekarang Jorge sudah dua tahun di MotoGP, sehingga semua orang di tim setuju untuk membuka jalannya sendiri.

“Selain itu, Jorge juga ingin bekerja lebih dalam pengembangan motor, sehingga saya pikir hal ini benar, bahwa setiap orang melakukan pekerjaan dan pengembangannya serta berusaha melakukannya sendiri. Pada akhirnya, tidak banyak yang berubah karena semua komentar yang dibuat saya dan Jorge, mirip.

“Karena itu, tak ada perubahan besar,” pungkas pebalap Italia ini.

Namun Lorenzo tampaknya tak terlalu suka dengan situasi ini. Tak heran jika pebalap Spanyol tersebut tak banyak memberikan komentar.

“Saya tidak memiliki apapun untuk mengomentari ini.”