VIVAnews – Isu penarikan (recall) Honda Jazz di sebagian belahan dunia, kecuali Indonesia, masih hangat dibicarakan. Ini karena kegagalan power window produksi Omron yang digunakan Honda Jazz dunia, tidak digunakan pada Jazz produksi Indonesia.

Namun, Honda Indonesia justru menggunakan Omron untuk Honda City yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat. Karena itu, PT Honda Prospect Motor, agen tunggal pemegang merek mobil Honda di Indonesia, berencana menarik Honda City untuk diperbaiki pada 1 Maret – 30 September 2010.

Honda Indonesia mengaku, penarikan ini akan dilakukan pada 3.240 unit Honda City pembelian 2007 – 2008.

“All New Honda City yang diluncurkan di Indonesia pada November 2008 tidak termasuk dalam model yang terindentifikasi,” kata President Director Honda Prospect Motor Yukihiro Aoshima dalam keterangan tertulis Honda, Selasa 2 Februari 2010.

Dia mengatakan, program penarikan untuk perbaikan ini merupakan kewajiban produsen untuk memastikan produk Honda yang sudah di tangan pelanggan sesuai dengan standar mutu. “Karena itu kami selalu melakukan evaluasi terhadap setiap produk, sebagai bagian dari komitmen kami,” ujarnya.

Yukihiro mengimbau konsumen yang mobilnya akan ditarik tidak perlu khawatir dan dapat tetap menggunakan mobilnya seperti biasa. “Mulai 1 Maret – 30 September, para pelanggan dapat datang ke bengkel resmi Honda, atau kami hubungi untuk melakukan perbaikan secara cuma-cuma dengan menunjukkan bukti kepemilikan kendaraan yang sah.”

Pelanggan dapat memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai informasi ini dengan menghubungi bengkel resmi Honda terdekat atau Customer Care bebas pulsa Honda di 0-800-11-22-789, Senin-Jumat, pukul 09.00 – 19.00 WIB, dan Sabtu dari pukul 09.00 – 14.00 WIB.

29 Januari, Honda Motor Co Ltd mengumumkan program penarikan untuk perbaikan terhadap Honda Jazz di beberapa negara. Alasannya, telah terjadinya cacat produksi pada tombol jendela yang bisa memicu arus pendek dan menimbulkan kebakaran.

Dalam pernyataan tertulisnya, Honda mengkhawatirkan kondisi terburuk itu bisa terjadi pada saat cuaca ekstrim, terutama pada saat hujan deras dan salju.

Bila air yang masuk melalui jendela itu dalam jumlah besar, seperti dikarenakan mencairnya salju atau banjir, maka tombol jendela dekat posisi stir akan menyebabkan arus pendek, panas tinggi, dan terbakar.

Penarikan ini salah satunya dipicu kasus di Afrika Selatan. Pada September 2009, seorang anak bernama Vanilla Nurse harus tewas, saat sedang tidur di mobil yang terbakar.

Source :